Scroll untuk baca artikel
AcehBENER MERIAHBerita

Aktivitas Kegempaan Gunung Bur Ni Telong Meningkat, Status Tetap Waspada

87
×

Aktivitas Kegempaan Gunung Bur Ni Telong Meningkat, Status Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah, Satupena.co.id- Aktivitas kegempaan Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, mengalami peningkatan pada Selasa malam, 30 Desember 2025.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya lonjakan gempa vulkanik setelah terjadinya gempa tektonik lokal berkekuatan magnitudo 4,5.

Gunung api tipe strato dengan ketinggian 2.624 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu berada pada koordinat 96°49’16” BT dan 4°46’10” LU. Gempa tektonik terasa terjadi pada pukul 20.43 WIB dengan pusat gempa sekitar 5 kilometer di sebelah barat daya puncak Gunung Bur Ni Telong.

Baca juga Artikel ini :  *Kejurnas TDP Tenis Junior Banda Aceh Open 2025 Resmi Dibuka, Puluhan Atlet Muda Siap Bertarung!*

Pasca gempa tersebut, hingga pukul 21.30 WIB, terekam peningkatan aktivitas kegempaan berupa 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 12 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), serta 1 kali Gempa Tektonik Lokal. Selain itu, tercatat 4 kali gempa terasa yang sempat dirasakan masyarakat sekitar.

Namun demikian, pada pukul 22.00 WIB aktivitas kegempaan kembali menunjukkan penurunan. Hasil pengamatan visual pada pukul 21.44 WIB memperlihatkan kondisi gunung api tampak jelas dan tidak teramati adanya asap kawah.

Badan Geologi menjelaskan bahwa peningkatan kegempaan ini bersifat semakin intensif dan dangkal. Gempa susulan yang terjadi setelah gempa tektonik lokal mengindikasikan adanya aktivitas magma yang mudah terpicu oleh gempa tektonik di sekitar Gunung Bur Ni Telong.

Baca juga Artikel ini :  Koramil 10/Celala Laksanakan Pengamanan Alat Berat Pembersihan Jalan Longsor

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai antara lain kemungkinan terjadinya erupsi yang dipicu gempa tektonik, erupsi freatik yang dapat terjadi tanpa peningkatan kegempaan signifikan, serta hembusan gas vulkanik di sekitar area fumarol dan solfatara. Gas-gas tersebut dapat membahayakan apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi, terutama saat cuaca mendung atau hujan.

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, hingga 30 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat, pengunjung, dan pendaki diimbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius 3 kilometer serta menghindari area fumarol dan solfatara.

Baca juga Artikel ini :  Percepat Izin Operasional, Rutan Bener Meriah Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan DPMPTSP

Badan Geologi menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Bur Ni Telong akan segera ditinjau kembali apabila terjadi perubahan signifikan, baik secara visual maupun kegempaan. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Pos Pengamatan Gunungapi Bur Ni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.