AcehACEH TENGAHBerita

16 Kampung di Pemukiman Pame Rusip Antara Masih Gelap, Reje Desa Minta Bantuan Genset

×

16 Kampung di Pemukiman Pame Rusip Antara Masih Gelap, Reje Desa Minta Bantuan Genset

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah, Satupena.co.id. – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Rusip Antara pada 26 November 2025 lalu hingga kini masih menyisakan dampak serius bagi masyarakat. Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah terputusnya aliran listrik PLN di kawasan Pemukiman Pame, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Sebanyak 16 desa di kawasan tersebut sampai saat ini masih hidup dalam kondisi gelap akibat rusaknya tiang dan jaringan listrik PLN yang terdampak bencana. Selain akses jalan yang sempat terputus, padamnya listrik juga sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari.

Baca juga Artikel ini :  Miris Jalan Paya Reje Rusak Parah Warga Harapkan Ada Perbaikan

Menanggapi kondisi tersebut, Bukhari, Reje Desa Tanjung yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Reje (Kepala Desa) Kecamatan Rusip Antara, menyampaikan harapannya kepada pemerintah dan pihak terkait agar segera memberikan bantuan mesin generator set (genset) untuk kebutuhan penerangan warga.

Baca juga Artikel ini :  Sat Samapta Polres Pidie Gelar Patroli Di Titik Rawan

Menurut Bukhari, bantuan genset sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional fasilitas umum di Pemukimen Pame, seperti meunasah, pos pelayanan masyarakat, dan fasilitas penting lainnya. Ia menegaskan bahwa genset yang dimiliki masing-masing kampung saat ini tidak memadai untuk mencukupi kebutuhan penerangan secara menyeluruh.

“Kami sangat berharap adanya bantuan genset untuk 16 kampung di Pemukiman Pame. Sampai sekarang listrik PLN belum juga menyala, sementara genset yang ada di kampung sangat terbatas dan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Bukhari.

Baca juga Artikel ini :  Kepala Desa Lelabu dukung Penuh (PON) XXI Aceh-Sumut 2024  

Ia menambahkan, keberadaan genset sangat penting sebagai solusi sementara sambil menunggu perbaikan jaringan listrik PLN selesai dilakukan. Dengan adanya penerangan, diharapkan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan rasa aman warga pada malam hari dapat terjaga.

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya