AcehACEH TIMURBerita

Warga Serbajadi Lokop Keluhkan Jalan Peureulak–Lokop Segmen 2: Baru 3 Tahun Dibangun, Kini Rusak Parah, Dipenuhi Semak, dan Rawan Kecelakaan

×

Warga Serbajadi Lokop Keluhkan Jalan Peureulak–Lokop Segmen 2: Baru 3 Tahun Dibangun, Kini Rusak Parah, Dipenuhi Semak, dan Rawan Kecelakaan

Sebarkan artikel ini

Aceh Timur, Satupena.co.id. – Kondisi Jalan Peureulak–Lokop Segmen 2 yang menghubungkan Kecamatan Peunaron dengan Kecamatan Serbajadi, dan kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur kini menuai keluhan keras dari masyarakat. Jalan yang baru selesai dibangun melalui proyek multiyears tahun 2020–2022 dengan anggaran besar itu, kini dalam keadaan rusak parah, dipenuhi lubang, badan jalan ambles di sejumlah titik, dan dipenuhi semak belukar yang mengganggu pandangan pengguna jalan. Rabu 17 September 2025.

Pantauan di lapangan, kerusakan jalan tampak nyata di sepanjang jalur dari Pajak Peunaron hingga Desa Jering, Kecamatan Serbajadi. Genangan air memenuhi lubang-lubang besar di tengah badan jalan akibat saluran pembuangan yang tersumbat. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan pengendara roda dua dan roda empat, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama saat malam hari maupun ketika hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.

Selain kerusakan fisik, kiri-kanan badan jalan juga tampak ditutupi semak belukar yang tidak pernah dipangkas. Hal ini menyebabkan ruas jalan semakin sempit, sehingga kendaraan yang berpapasan kerap kesulitan melintas. Situasi tersebut membuat masyarakat resah, apalagi jalan ini merupakan akses utama penghubung Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues.

Baca juga Artikel ini :  Mewujudkan Mimpi: Haji Tole Bangun Rumah untuk Janda Korban Konflik di Aceh Timur

Tokoh masyarakat Serbajadi, Bukhari Muslim, MH, sangat menyayangkan kondisi jalan yang memburuk dalam waktu singkat. Ia menilai, proyek multiyears peningkatan Jalan Peureulak–Lokop–Gayo Lues dengan anggaran besar seharusnya bisa bertahan lama dan dirawat dengan baik.

“Jalan ini baru selesai dibangun pada tahun 2022, tapi sekarang sudah rusak parah. Sangat tidak wajar bila infrastruktur dengan biaya besar hanya bertahan sebentar. Kondisi ini jelas merugikan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan ini,” tegas Bukhari.

Baca juga Artikel ini :  Jumlah Santunan Menurun, Dirut Jasa Raharja Ungkap Efektivitas Program Keselamatan dan Penanganan Kecelakaan Mudik 2024

Menurutnya, kerusakan jalan bukan hanya masalah kenyamanan, melainkan juga menyangkut keselamatan warga. Dengan kondisi jalan yang semakin parah ditambah curah hujan tinggi di kawasan Serbajadi, risiko banjir, longsor, dan badan jalan ambles semakin besar.

“Kami khawatir jika dibiarkan, jalan ini bisa memutus akses ekonomi dan transportasi masyarakat. Apalagi jalan ini adalah jalur vital bagi warga, baik untuk mengangkut hasil pertanian, membawa kebutuhan pokok, maupun akses menuju fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Keluhan serupa juga datang dari warga pengguna jalan. Hamdani, seorang pengendara sepeda motor, mengaku setiap hari melewati jalan tersebut untuk beraktivitas ke pasar. Ia harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh saat melintasi lubang-lubang besar yang tergenang air.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 09/Ketol Imbau Warga Tidak Bakar Lahan di Musim Kemarau

“Kalau malam hari apalagi hujan, jalan ini sangat berbahaya. Banyak pengendara hampir jatuh karena tidak melihat lubang yang tertutup genangan,” ujarnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Aceh segera turun tangan meninjau langsung kondisi Jalan Peureulak–Lokop Segmen 2 dan melakukan perbaikan secepatnya. Selain itu, diperlukan perawatan rutin, mulai dari normalisasi saluran air hingga pembersihan semak belukar yang menutupi badan jalan.

“Kami minta perhatian serius dari pemerintah. Jangan biarkan jalan ini semakin rusak hingga menimbulkan korban. Jalan ini adalah urat nadi masyarakat Serbajadi dan Lokop. Kalau aksesnya putus, ekonomi warga jelas lumpuh,” pungkas Bukhari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *