Scroll untuk baca artikel
AcehBeritaJAKARTALHOKSEUMAWEPemerintah

Lhokseumawe Siap Jadi Percontohan Kampung Nelayan Merah Putih, Wali Kota Lakukan Konsultasi Strategis ke KKP

152
×

Lhokseumawe Siap Jadi Percontohan Kampung Nelayan Merah Putih, Wali Kota Lakukan Konsultasi Strategis ke KKP

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Satupena.co.id.- Pemerintah Kota Lhokseumawe menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program prioritas nasional Kampung Nelayan Merah Putih yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP). Sebagai langkah awal menuju implementasi program tersebut, Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat KKP di Jakarta pada Rabu, 9 Juli 2025.

Kedatangan Wali Kota disambut hangat oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, SP., M.Sc. Pertemuan berlangsung konstruktif dan menjadi forum penting untuk menjajaki kerja sama yang konkret antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem pesisir yang tangguh dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Sayuti memaparkan berbagai potensi kawasan pesisir di Lhokseumawe, sekaligus menyampaikan kesiapan infrastruktur, dukungan kebijakan, serta langkah pemberdayaan nelayan yang telah dirancang oleh pemerintah daerah.

Baca juga Artikel ini :  Dana CSR Bank Aceh Milik Rakyat, SAPA Tuntut Keterbukaan

“Kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar menyentuh kebutuhan nelayan di lapangan. Bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga transformasi sosial-ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Wali Kota Sayuti.

Pemerintah Kota Lhokseumawe telah mengajukan tiga kawasan pesisir sebagai lokasi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, masing-masing dengan fokus dan karakteristik strategis:

  • Kuala Meuraksa
    Difokuskan pada peningkatan akses jalan produksi, normalisasi muara sungai yang mengalami pendangkalan, serta pembangunan Balai Nelayan sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.
  • Ujong Blang
    Dirancang menjadi kawasan wisata kuliner hasil laut dengan dukungan infrastruktur seperti pembangunan cold storage, revitalisasi gedung pemilahan ikan, serta fasilitas UMKM yang memperkuat rantai pasok lokal.
  • Pusong Lama
    Menjadi prioritas dalam penataan lingkungan kampung nelayan, pembangunan fasilitas umum, serta peningkatan akses jalan produksi dan penyediaan fasilitas pendingin hasil tangkap.
Baca juga Artikel ini :  Gubernur Lampung dan Bupati Tanggamus Resmikan Pembangunan Infrastruktur Jalan di Kecamatan Limau

Tak hanya itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong Baru, yang dinilai strategis untuk memperbaiki sistem tata niaga hasil laut dan efisiensi distribusi antarwilayah.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program unggulan KKP yang mengusung pendekatan terintegrasi. Melalui bantuan alat tangkap ramah lingkungan, penguatan kelembagaan koperasi, pelatihan SDM nelayan, hingga digitalisasi pasar hasil laut, program ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca juga Artikel ini :  Pengambilan Sumpah Jabatan Dan Pelantikan Pj Bupati Bireuen.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kesiapan yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Ini adalah bagian penting dari kolaborasi lintas sektor untuk memajukan sektor kelautan Indonesia,” ujar Machmud.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk menyusun langkah-langkah teknis bersama, termasuk agenda verifikasi lapangan, penyusunan rencana kerja, dan pendampingan intensif dari tim KKP.

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, Lhokseumawe digadang menjadi salah satu model kampung nelayan modern-mandiri, berdaya saing, dan siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pesisir berbasis masyarakat.

Reporter: Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *