AcehACEH TAMIANGBerita

Komisi III DPRK Aceh Tamiang Soroti Proyek IPAL Tak Maksimal, APH Diminta Usut Dugaan Perencanaan Bermasalah

×

Komisi III DPRK Aceh Tamiang Soroti Proyek IPAL Tak Maksimal, APH Diminta Usut Dugaan Perencanaan Bermasalah

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang – Satupena.co.id-
Komisi III DPRK Kabupaten Aceh Tamiang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan, turut dihadiri juga oleh Direktur Eksekutif LembaHtari, Said Zainal, beserta tim, bertempat di ruang Komisi III DPRK. Rapat ini menindaklanjuti hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) terkait pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lima Puskesmas, yang hingga kini belum menunjukkan perubahan signifikan.

Pengadaan IPAL dengan total anggaran sebesar Rp3,03 miliar mencakup lima Puskesmas, yaitu Puskesmas Simpang Kiri, Tamiang Hulu, Manyak Payet, Sungai Yu, dan Suele. Empat puskesmas masing-masing menerima Rp620 juta yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus), sementara Puskesmas Suele menerima Rp550 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Aceh Timur Pantau Proses Seleksi Penerimaan Anggota Polri

Ketua Komisi III, Maulizar Zikri atau akrab disapa Dekdan, menyampaikan bahwa proyek ini diduga tidak direncanakan secara matang. Salah satu masalah yang mencuat adalah tidak cukupnya daya listrik untuk mengoperasikan IPAL secara maksimal. Di Puskesmas Manyak Payet, misalnya, seluruh unit pendingin ruangan (AC) harus dimatikan saat IPAL dinyalakan, meski sudah dibantu dengan generator tambahan.

Baca juga Artikel ini :  ‎Pemkab Tapanuli Utara Apresiasi GAMKI dalam Natal Nasional dan Aksi Sosial Tanggap Bencana

Direktur LembaHtari, Said Zainal, menyayangkan tidak berfungsinya IPAL secara optimal. “Pertanyaannya, apa kerja tim perencanaan ketika menganalisis kebutuhan kegiatan fisik ini? Kalau kapasitas listriknya tidak mencukupi, bagaimana IPAL bisa dioperasikan dengan baik?” tegasnya. Ia juga menyoroti besarnya anggaran, yakni Rp620 juta per unit, namun hasilnya belum bisa dimanfaatkan maksimal.

Baca juga Artikel ini :  Polisi Amankan Sejumlah Penjudi di Banda Aceh

Selain itu, menurut Aprinalda, SKM, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, rumah mesin IPAL merupakan bangunan lama bekas IPAL sebelumnya, dan hanya dicat ulang agar tampak bersih.

Komisi III mendesak agar aparat penegak hukum (APH) turun tangan untuk memeriksa potensi kelalaian dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek ini, mengingat besarnya dana publik yang digunakan namun hasilnya tidak sesuai harapan.

(Yogi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemkab Tapanuli Utara Hadiri Pesta Gotilon HKBP Sabungan, Ajak Masyarakat…

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Hayo mau copy paste ya