BeritaPemerintahSUMATERA UTARA

Percepatan pilot project pemanfaatan teknologi dalam penyaluran bantuan sosial, Pemkab Taput Gelar Bimtek Agen Pendamping Seluruh Kecamatan

×

Percepatan pilot project pemanfaatan teknologi dalam penyaluran bantuan sosial, Pemkab Taput Gelar Bimtek Agen Pendamping Seluruh Kecamatan

Sebarkan artikel ini

Percepatan pilot project pemanfaatan teknologi dalam penyaluran bantuan sosial, Pemkab Taput Gelar Bimtek Agen Pendamping Seluruh Kecamatan

Taput//Satupena co.id.
‎Dalam rangka percepatan pelaksanaan Digitalisasi Bantuan Sosial, dan penguatan kapasitas Agen Pendamping di tingkat Kecamatan dan Desa, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Bantuan Sosial bagi Agen Pendamping pada 15 Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, ‎Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meluncurkan uji coba program Perlinsos Digital.

‎Kegiatan Sosialisasi, Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial, serta Penguatan Kapasitas Agen Pendamping Tingkat Kecamatan digelar secara serentak di dua kecamatan, yaitu Kantor Camat Pangaribuan dan Kantor Camat Garoga, pada Kamis (11/06/2026).

‎Acara dibuka dengan arahan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., yang disampaikan oleh Kepala Dinsos P3A Rafles Regius Gultom. Turut hadir Kepala Disdukcapil Kabupaten Tapanuli Utara Romusa Simanungkalit, Camat Pangaribuan Marhasak Simaremare, serta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), dan perangkat desa di masing-masing kecamatan.

‎Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa implementasi Perlinsos Digital menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai daerah percontohan (pilot project) pemanfaatan teknologi dalam penyaluran bantuan sosial.

Baca juga Artikel ini :  Peringati Hari Kartini di Papua, Satgas Yonif 509 Kostrad Peduli Mama Papua

Sistem ini memanfaatkan pemindaian biometrik yang terintegrasi langsung dengan pangkalan data nasional, termasuk Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik (BPS) dan data kedokteran, sehingga penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

‎”Sebanyak 510 agen pendamping tingkat desa telah disiapkan untuk mengedukasi dan mendampingi masyarakat,” ujar Rafles Regius Gultom.

‎Program ini dirancang secara inklusif, tidak membedakan warga yang belum memiliki ponsel pintar berbasis Android. Pemerintah juga menekankan bahwa bantuan sosial bersifat stimulan sementara yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

‎Pada kesempatan yang sama, Kepala Disdukcapil Romusa Simanungkalit menyampaikan sosialisasi mengenai dokumen kependudukan digital dan memfasilitasi aktivasi massal Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi para agen pendamping. IKD akan menjadi kunci utama verifikasi data dalam ekosistem aplikasi Perlinsos Digital.

‎Digitalisasi Perlinsos ini direncanakan mulai diterapkan secara penuh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara pada triwulan keempat tahun 2026 atau awal tahun 2027.
(M Siboro C.ILJ)

Baca juga Artikel ini :  Hadiri rapat senat UGP, Pj. Sekda Khairmansyah Minta Lulusan UGP Berkolaborasi Membangun Gayo

Hayo mau copy paste ya