Bener Meriah – Satupena.co.id: Warga secara swadaya membersihkan sisa material longsor yang menutup sebagian badan jalan di wilayah Weh Ketel, Kampung Ulunaron, Kabupaten Bener Meriah. Jalan tersebut merupakan akses penghubung menuju Kampung Pancar Jelobok dan Kampung Pantan Sinaku yang terdampak longsor akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu.
Pasca kejadian, akses jalan sempat terputus total sebelum akhirnya dibuka kembali secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Namun, hingga kini material longsor masih menyisakan penyempitan badan jalan yang dinilai membahayakan para pengguna.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius masyarakat, terutama karena jalan tersebut merupakan jalur utama yang digunakan warga dan anak-anak sekolah menuju ibu kota kecamatan. Risiko kecelakaan meningkat, khususnya di titik-titik tikungan yang tertutup material longsor.
Merespons kondisi itu, warga Kampung Pancar Jelobok bersama aparatur kampung berinisiatif melakukan pembersihan secara menyeluruh dengan menyewa alat berat. Langkah ini diambil karena pembersihan secara manual dinilai tidak memungkinkan mengingat volume material longsor yang cukup besar dan tersebar di beberapa titik.

Aida Putra, aparatur Kampung Pancar Jelobok yang juga merupakan reje (kepala desa) terpilih pada Pilreje serentak beberapa waktu lalu, menyampaikan bahwa jalan tersebut memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat.
“Jalan ini merupakan akses utama bagi beberapa kampung menuju ibu kota kecamatan. Kondisinya sangat membahayakan karena menyempit akibat material longsor. Kami khawatir akan terjadi kecelakaan, sehingga masyarakat berinisiatif membersihkannya secara swadaya dengan menyewa alat berat,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pembersihan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelumnya dirinya hampir mengalami kecelakaan saat berpapasan dengan kendaraan lain di tikungan yang tertutup material longsor.
“Sekarang jalannya sudah lebih lebar, jadi kami lebih aman saat melintas. Sebelumnya sangat berbahaya, apalagi kalau berpapasan di tikungan,” ungkapnya.
Dengan adanya upaya swadaya ini, diharapkan akses jalan kembali normal dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.
(Wenjuans)















