AcehACEH TAMIANGBerita

Koridor Huntara Simpang IV Upah Ambles 12 Meter, Penghuni Khawatir Timbulkan Korban

×

Koridor Huntara Simpang IV Upah Ambles 12 Meter, Penghuni Khawatir Timbulkan Korban

Sebarkan artikel ini

Kerusakan Diduga Akibat Drainase Buruk dan Atap Bocor, Warga Minta Perbaikan Segera Demi Keselamatan

Aceh Tamiang –Satupena.co.id:
Kondisi memprihatinkan terjadi di Hunian Sementara (Huntara) Danantara, Kampung Simpang IV Upah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Lantai koridor sepanjang 12 meter dilaporkan ambles, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan penghuni karena berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.

Kerusakan paling parah terjadi di Blok C2. Pada bagian ini, koridor dengan lebar sekitar 2,5 meter sudah tidak dapat dilalui sama sekali karena kondisi lantai yang ambruk dan rapuh.

Berdasarkan keterangan warga, kerusakan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berlangsung secara bertahap sejak bulan Ramadan 1447 Hijriah. Awalnya, lantai koridor kerap tergenang air hujan yang membuat struktur bangunan perlahan melemah.

Baca juga Artikel ini :  Polsek Jajaran Polres Bener Meriah Gelar Tadarus Bersama, Pererat Keimanan dan Sinergi dengan Masyarakat di Bulan Ramadan

“Puncaknya hari Minggu kemarin saat hujan deras, langsung ambruk,” ujar salah satu penghuni Blok C2, Selasa (21/04/2026).

Salah seorang warga, Sri Rahayu, mengaku kesulitan beraktivitas sejak koridor tersebut rusak. Ia yang sudah lanjut usia merasa khawatir setiap kali harus keluar masuk rumah karena posisi huniannya tepat berada di samping area yang ambles.

Baca juga Artikel ini :  Fany Dinara, Putri Pedagang Keliling Terima Penghargaan dari Bupati Bener Meriah

“Masuk ke rumah jadi susah, apalagi saya sudah tua. Takut kalau keluar. Kami berharap segera diperbaiki sebelum ada korban,” ungkapnya.

Warga menduga penyebab utama kerusakan berasal dari kualitas atap yang kurang baik, sehingga tidak mampu menahan air hujan secara optimal. Akibatnya, air merembes dan menetes ke lantai koridor.

Kondisi tersebut diperparah dengan sistem drainase yang tidak berfungsi maksimal. Air yang tergenang dalam waktu lama menyebabkan struktur lantai semakin rapuh hingga akhirnya ambles.

Tidak hanya koridor, kerusakan kini mulai merambah ke bagian dalam unit hunian warga. Menyikapi kondisi tersebut, sebagian penghuni terpaksa melakukan perbaikan mandiri dengan menggunakan papan seadanya agar rumah tetap bisa ditempati.

Baca juga Artikel ini :  Dandim 0102/Pidie Hadiri Opening Ceremony Uroe Lahee Pidie ke-514

“Walaupun ini hanya hunian sementara, kami berharap ada perhatian. Jangan sampai kami tinggal di tempat yang membahayakan,” keluh warga lainnya.

Hingga saat ini, para penghuni masih menunggu respons dan tindakan dari pihak terkait agar perbaikan segera dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan warga yang tinggal di lokasi tersebut. (D.Yogi.S)

Hayo mau copy paste ya