AcehBENER MERIAHBerita

Lima Bulan Pascabencana, Jembatan Perumpakan Tak Kunjung Dibangun

×

Lima Bulan Pascabencana, Jembatan Perumpakan Tak Kunjung Dibangun

Sebarkan artikel ini

Warga Desa Simpur Terpaksa Seberangi Sungai, Kendaraan Hanyut dan Kerugian Terus Terjadi

Bener Meriah –Satupena.co.id: Lima bulan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu, sejumlah akses jalan dan jembatan di Kabupaten Bener Meriah hingga kini belum seluruhnya tersentuh pembangunan.Jumat 17/4/2026.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Jembatan Perumpakan Benjadi yang merupakan akses utama bagi warga Desa Simpur, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah. Hingga April 2026, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pada jembatan tersebut.

Baca juga Artikel ini :  Bentuk Nyata Peran Babinsa Koramil 09 Ketol Dalam Membantu Warga Dukung Hampangan

Akibat kondisi ini, warga terpaksa melintasi aliran sungai untuk beraktivitas sehari-hari. Situasi semakin berisiko saat debit air meningkat, terutama ketika hujan turun dan menyebabkan arus sungai meluap serta semakin deras.

Ironisnya, kondisi tersebut telah berulang kali menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Tidak sedikit warga yang terjebak di tengah derasnya arus sungai saat mencoba menyeberang, bahkan harus kehilangan harta benda mereka.

Baca juga Artikel ini :  Spektakuler, Pembukaan MTQ Provinsi Sumsel Ke-30 di Muba Sukses dan Meriah

Peristiwa memilukan kembali terjadi pada Rabu, 15 April 2026. Seorang warga Simpur bernama Ependi mengalami musibah saat mobil miliknya terseret arus sungai. Kendaraan tersebut hanyut dan mengalami kerusakan parah.

Selain itu, dua unit sepeda motor milik warga lainnya juga dilaporkan hanyut dan hingga kini belum ditemukan.

Baca juga Artikel ini :  Abrasi Sungai Ancam Keselamatan Warga, 4 KK di Desa Pante Gaki Balee Harus Dievakuasi

Kondisi ini memicu keluhan dari seluruh masyarakat Desa Simpur yang merasa kecewa atas lambatnya penanganan pemerintah dalam membangun kembali jembatan dan akses jalan yang menjadi kebutuhan vital mereka.

Ependi, salah satu korban, mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata. Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan guna menghindari jatuhnya korban dan kerugian lebih besar di masa mendatang.

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya