AcehBeritaBIREUEN

Aksi Jilid II Koalisi Gerakan Sipil Bireuen: Ribuan Korban Banjir Tuntut Pemkab Percepat Penanganan

×

Aksi Jilid II Koalisi Gerakan Sipil Bireuen: Ribuan Korban Banjir Tuntut Pemkab Percepat Penanganan

Sebarkan artikel ini

Empat Bulan Pascabanjir November 2025, Bantuan Dinilai Belum Merata dan Transparansi Data Dipertanyakan

Bireuen- Satupena.co.id:  Koalisi Gerakan Sipil Bireuen kembali menggelar aksi damai jilid II bersama ribuan korban banjir dari berbagai wilayah di Kabupaten Bireuen. Massa memadati halaman Kantor Bupati Bireuen pada Senin (6/4/2026), menuntut pemenuhan hak-hak korban yang dinilai belum ditangani secara optimal sejak bencana banjir melanda pada November 2025.

Aksi yang melibatkan korban banjir, aktivis masyarakat sipil, jurnalis, kelompok disabilitas, hingga masyarakat umum ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Mereka menyuarakan kegelisahan dan keprihatinan atas lambannya penanganan pemerintah daerah terhadap dampak bencana yang hingga kini masih dirasakan.

Koalisi Gerakan Sipil Bireuen juga mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, pemuda, hingga organisasi sipil, untuk turut serta mengawal isu ini. Massa datang dengan tuntutan yang sama, yakni kejelasan serta pemenuhan hak sebagai korban bencana yang dinilai masih terabaikan.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Dorong Kemajuan Peternakan Sapi di Pegasing, Beri Pendampingan dan Imbau Kebersihan

Empat bulan pascabanjir, sebagian besar korban mengaku belum menerima bantuan yang layak. Bantuan seperti Dana Tunggu Perumahan (DTH), pembangunan hunian tetap (huntap), maupun hunian sementara (huntara), disebut belum menjangkau banyak warga terdampak.

Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan utama, antara lain mendorong transparansi data korban dan penyaluran bantuan, mendesak percepatan pemulihan masyarakat terdampak, menuntut keadilan distribusi bantuan, serta memastikan keterbukaan informasi publik.

Koordinator Umum Koalisi Gerakan Sipil Bireuen, M. Akmal, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus kegelisahan berbagai elemen masyarakat terhadap kondisi korban banjir yang masih menghadapi ketidakpastian.

“Aksi ini dilakukan secara damai, terbuka, dan bertanggung jawab. Ini bukan sekadar aksi, melainkan perjuangan untuk keadilan bagi korban banjir,” ujar Akmal.

Baca juga Artikel ini :  TNI Rampungkan Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Burlah, Permudah Akses Empat Desa di Kecamatan Ketol

Ia menyebut, aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya kolektif untuk memastikan korban memperoleh haknya secara adil, transparan, dan merata. Menurutnya, hingga kini masih terdapat ketimpangan antara kebutuhan masyarakat dengan realisasi penanganan di lapangan.

Akmal menambahkan, banjir yang terjadi sejak akhir 2025 tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu persoalan kemanusiaan yang belum terselesaikan. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, sumber penghidupan, serta kepastian masa depan.

Ironisnya, hingga saat ini masih terdapat korban yang bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi yang tidak layak, meskipun lebih dari empat bulan telah berlalu sejak bencana terjadi.

Koalisi juga menyoroti lemahnya tata kelola penanganan bencana di Kabupaten Bireuen, khususnya terkait transparansi dan akuntabilitas. Data korban serta penyaluran bantuan dinilai belum terbuka secara memadai kepada publik.

Baca juga Artikel ini :  Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Aceh Tengah Gelar Bakti Sosial Di Masjid

Para demonstran menilai persoalan utama terletak pada pendataan yang tidak akurat serta lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana. Mereka mendesak adanya transparansi, percepatan distribusi bantuan, serta evaluasi menyeluruh terhadap data penerima.

Koalisi menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu yang wajar, mereka akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, tingkat nasional, serta memperluas pengawasan publik.

“Informasi sulit diakses, sementara di lapangan banyak keluhan mengenai korban yang belum menerima bantuan maupun bantuan yang tidak tepat sasaran,” kata Akmal.

Ia menegaskan, kondisi tersebut berpotensi mengabaikan hak-hak dasar warga yang seharusnya dilindungi negara. Dalam situasi bencana, pemerintah diharapkan hadir secara maksimal untuk memastikan perlindungan serta pemulihan masyarakat terdampak. (SrNTv)

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya