AcehACEH TENGAHBerita

60 Hari Pasca Banjir Bandang dan Longsor, Jalan Provinsi Lintas Bintang–Simpang Simpil Tak Kunjung Diperbaiki

×

60 Hari Pasca Banjir Bandang dan Longsor, Jalan Provinsi Lintas Bintang–Simpang Simpil Tak Kunjung Diperbaiki

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah, Satupena.co.id – Enam puluh hari pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Provinsi Aceh, akses Jalan Provinsi lintas Bintang–Simpang Simpil, tepatnya dari Simpang Kraf hingga Simpang Simpil, Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini belum tersentuh penanganan sama sekali.

Pantauan di lapangan menunjukkan, badan jalan masih tertutup material longsor berupa tanah, bebatuan, serta batang pohon dan anjolok nya badan jalan, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total. Warga kesulitan melintas, bahkan tidak sedikit kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berhenti dan berbalik arah karena akses tidak dapat dilalui.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Aceh Timur Ucapkan Selamat Hari Lahir Kejaksaan RI Ke - 80 Tahun 2025

Jalan tersebut diketahui merupakan jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Bintang menuju Simpang Simpil, sekaligus akses alternatif kedua menuju Kabupaten Gayo Lues setelah jalur Burlintang. Namun ironisnya, hingga dua bulan berlalu sejak bencana terjadi, belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh.

Salah seorang warga setempat, Asnawi, menyampaikan kekecewaan dan keluhannya terhadap lambannya penanganan pemerintah.

“Kami mohon dengan sangat kepada Bapak Gubernur Aceh agar memerintahkan Dinas PUPR Aceh segera turun tangan dan menerobos jalan ini. Sudah 60 hari, tapi belum ada alat berat, belum ada perbaikan. Banyak warga terjebak dan tidak bisa melintas,” ujar Asnawi.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 09/Ketol Gelar Komsos Bahas Keamanan Warga Pendatang di Desa Pondok Balik

Menurutnya, belum dibukanya akses jalan provinsi tersebut berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari terhambatnya aktivitas ekonomi, distribusi bahan kebutuhan pokok, hingga akses masyarakat ke layanan kesehatan yang menjadi sangat terbatas.

“Dengan kondisi seperti ini, masyarakat benar-benar kesulitan. Ini bukan jalan kecil, ini jalan provinsi dan jalur utama kami,” tegasnya.

Baca juga Artikel ini :  Satlantas Polres Aceh Tengah Edukasi Masyarakat Disertai Pembagian Brosur

Asnawi juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama warga lainnya telah berulang kali mencoba menghubungi pihak Dinas PUPR Aceh, namun hingga saat ini tidak ada respons maupun tindak lanjut nyata di lapangan.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Aceh tidak terus berdiam diri dan segera mengambil langkah konkret dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor serta membuka kembali akses jalan tersebut.

Mengingat jalur ini merupakan urat nadi penghubung antarwilayah, keterlambatan penanganan dinilai semakin memperparah penderitaan warga pascabencana.

Penulis : Onot Pejebe.

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Hayo mau copy paste ya